Jumat, 26 Desember 2014

Arti daripada "perpisahan"

Malam ini adalah "malam terakhir" tidur sama ibu. What??!! Malam terakhir??!! Maksudnya besok malam ibu ku tersayang nggak tidur nemenin aku karna mau go kerumah saudara di luar kota. Jakarta tepatnya. Mungkin untuk beberapa hari atau lebih aku sendiri gak tahu. Ntah kenapa malam ini aku gak bisa tidur mikirin hal itu. Bukan karna takut ditinggal sendirian dirumah yang gede ini, bukan juga khawatir sinang mau dititipkqn sama siapa, bukan...bukan..bukan itu.. akan tetapi, betapa aku akan sangat kesepian hari2 tanpa ibu yang biasa menemani hari-hariku, memanjakan aku dengan masakan2annya yang nikmat, memanjakan aku dengan seabreg cucianku yang gak sempat aku cuci tiap harinya karna sibuk mengajar, memanjakan aku dengan ngurusin sinang, gak ada lagi tempatku mencurahkan kekesalanku diluar kesibukanku selama aku sibuk bekerja, karna beliau lah tempat aku "ngangkluh" , bahkan tempat aku melampiaskan amarahku (haddaaahh dasar ya).semua itu gak bisa aku sebutin satu persatu tentunya. Pasti rumah ini akan sangat sepi. Gak ada lagi yang bakalan teriak2 buat nyuruh2 aku bangun pagi, maksa2 aku buat sholat tepat pada waktunya, ceramah2 beliau, gak ada lagi yang bakalan nyetel dengan volume keras dlm acaranya ustad maulana di pagi hari agar aku bangun dll..
Oh Tuhan, ternyata baru sekarang aku merasakan betapa berharga sesosok ibu ku kala beliau akan pergi ke luar kota.. gak terasa aku hampir mau menitikkan air mata ngerasain semua ini. Padahal dulu sewaktu aku masih remaja, aku gak ingin ada orang lain yang ikut hidup bersamaku ketika aku sudah menikah. Tapi apa buktinya?? Baru juga ibu mau pergi ke Jakarta saja perasaan sudah berat gini. Aku pasti akan sangat merindukan beliau. Aku pasti akan menangis jika aku teringat beliau. Kini semua pikiran dan perasaan bodohku yang dulu2 sudah lenyap dan terkubur dalam2. Yang sekarang aku inginkan adalah, semakin aku dewasa, semakin orangtua kita tua, semakin itu pula aku ingin terus berada disampingnya, ingin mengurusnya, ingin memeliharanya...
"Tuhan, sesungguhnya Engkau telah mengambil raga Ayahanda tercinta kembali padaMU,hamba mohon berikan kekuatan lahir dan batin bagi diri hamba untuk tetap bisa berbakti  pada ibunda tercinta, sungguh hamba tahu pintu rahmadMu ada padanya..ada pada doa nya..biarkan hamba bisa terus memeluk ibunda dengan peluh hamba..sebagai bakti hamba padanya..Aamiin."
"..Ibu..maafkan anakmu yang banyak bersalah padamu, yang selalu hirau diatas kepentingan2 ku selama ini.. begitu banyak pengorbanan tenaga dan materi yang selama ini kau berikan pada anakmu yang tak pernah mau mengerti ini..biarpun aku tak mampu berucap dihadapmu karna aku takut airmata mu akan jatuh, aku tak ingin melihatmu menangis..tapi aku selalu memanjatkan doa yang tulus kepadamu, ibu..dibalik ucapan2ku yang terkadang kasar terhadapmu, dibalik itu pula aku selalu mnyimpan penyesalan yang tiada pernah ada habisnya..aku sayang kamu ibu.."
.Sekarang aku baru ngerti apa arti perpisahan
"Seseorang akan sangat berharga pada saat dia jauh dari kita"
Love u mom.. dedicat_to my beloved Mahmudah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar